Analisis Faktor-Faktor Penyebab Masyarakat Bermukim Di Sempadan Rel Kereta Api Jl. Batang Hari - Jl. Karya Timur, Kecamatan Blimbing Kota Malang

  • Theofilus Dionisius Sanga Fahik Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota, Institut Teknologi Nasional Malang
  • Agung Witjaksono Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota, Institut Teknologi Nasional Malang
  • Ardiyanto Maksimilianus Gai Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota, Institut Teknologi Nasional Malang

Abstract

Permukiman di sempadan rel kereta api di Kota Malang, khususnya di Kecamatan Blimbing, meliputi wilayah di Jl. Batang Hari dan Jl. Karya Timur. Permukiman ini mencakup tiga kelurahan: Bunulrejo, Purwantoro, dan Blimbing. Berdasarkan pengukuran, jarak antara Jl. Batang Hari dan Jl. Karya Timur adalah 2.059,99 m², dengan lebar jalur rel ke permukiman sekitar 12 m², sehingga luas keseluruhan area adalah 4.143,98 m². Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui survei primer (kuesioner dan wawancara) dan survei sekunder dari dinas terkait. Analisis dalam penelitian ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu analisis deskriptif kuantitatif, analisis overlay, dan analisis skoring (pembobotan). Dari hasil analisis, ditemukan bahwa faktor utama yang menyebabkan masyarakat bermukim di sempadan rel kereta api ini adalah faktor sosial ekonomi. Indikator yang paling berpengaruh termasuk tingkat pendidikan, jenis pekerjaan masyarakat, dan jarak antara tempat tinggal dan lokasi pekerjaan. Faktor-faktor ini berperan besar dalam keputusan masyarakat untuk menetap di kawasan yang berisiko, seperti di sekitar jalur rel kereta api.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2024-10-24
Section
Articles