Analisis Urban Quality of Life (UQOL) Pasca Revitalisasi di Malioboro Yogyakarta
Abstract
Malioboro adalah kawasan wisata bersejarah di Yogyakarta, Indonesia. Selama bertahun-tahun, pemerintah telah memberikan perhatian lebih pada Malioboro sebagai wajah kota. Pada tahun 2016 hingga 2020, terjadi revitalisasi besar-besaran yang membuat Malioboro semakin populer dan membawa banyak dampak positif. Namun, tidak semua area di Malioboro mendapatkan keuntungan dari revitalisasi tersebut. Perhatian tinggi dari pemerintah terhadap Malioboro tidak seimbang dengan perhatian terhadap kawasan permukiman di belakang Jalan Malioboro. Sosromenduran dalam hal ini, adalah kawasan permukiman yang paling terdampak dan mengalami banyak perubahan dan masalah perkotaan. Meningkatnya aktivitas pariwisata dan pembangunan dapat memengaruhi kualitas hidup perkotaan (UQOL) masyarakat, terutama karena Sosromenduran merupakan daerah padat penduduk, mayoritas penduduknya miskin, dan sebagian besar perekonomian penduduk bergantung pada sektor pariwisata. Oleh karena itu, penting untuk memahami perubahan kualitas hidup perkotaan di Sosromenduran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menjelaskan perubahan kualitas hidup perkotaan di Sosromenduran sebelum dan setelah revitalisasi Malioboro. Penelitian ini dilakukan dengan strategi studi kasus dan metode analisis kuantitatif deskriptif melalui 190 kuesioner. Kesimpulannya, terdapat peningkatan pada aspek UQOL secara keseluruhan. Setelah Malioboro direvitalisasi, lima aspek UQOL meningkat ke tingkat puas, yakni keamanan lingkungan, hubungan sosial, fasilitas belanja, kebersihan lingkungan, dan fasilitas ruang publik. Namun, terdapat 2 aspek lain yang tidak meningkat dan masih berada pada tingkat netral, yaitu fasilitas transportasi umum dan biaya hidup. Dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup perkotaan di Sosromenduran setelah revitalisasi Malioboro telah meningkat dari tingkat kepuasan netral menjadi puas.


2.png)
