Urban Planning, Spatial, Culture, Landscape, Environment and Social studies https://ejournal.itn.ac.id/upscales <p>UPSCALES is an abbreviation of Urban Planning, Spatial, Culture, Landscape, Environment and Social studies.&nbsp;</p> en-US aldi.kurniawan@lecturer.itn.ac.id (Admin) Wed, 24 Jun 2026 15:49:24 +0700 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 The Public Policy and Challenges in Jakarta Urban Planning https://ejournal.itn.ac.id/upscales/article/view/15311 <p>This study analyzes the effectiveness of urban area planning and development in Jakarta, a rapidly evolving megacity facing significant socio-economic and environmental challenges. Employing a mixed-methods approach, the research integrates qualitative insights from in-depth interviews with key Pentahelix stakeholders (government, academia, business/private sector, community, and media) and quantitative data from a comprehensive survey of 400 respondents. Five key variables are examined: spatial planning regulation effectiveness, urban infrastructure quality, housing program inclusivity, environmental management, and public participation. Quantitative findings reveal a high degree of consensus among respondents (70-85%) regarding the urgency of policy improvements across these variables. However, both quantitative and qualitative data expose significant implementation gaps, bureaucratic hurdles, and coordination issues that hinder effective urban development. The study highlights public dissatisfaction with infrastructure and environmental management, coupled with limited genuine public participation. Insights from Pentahelix stakeholders corroborate these challenges, emphasizing the need for robust inter-sectoral collaboration and consistent policy enforcement. This article provides a holistic understanding of the successes and challenges in Jakarta's urban planning, offering significant contributions to the literature on sustainable urban development in developing megacities. Practical recommendations for policymakers and practitioners are provided to foster more equitable and sustainable urban growth.</p> Ahmad Ghazy Dananjaya Copyright (c) 2026 Urban Planning, Spatial, Culture, Landscape, Environment and Social studies https://ejournal.itn.ac.id/upscales/article/view/15311 Wed, 24 Jun 2026 15:49:58 +0700 Sinergi Budaya dan Kesejahteraan: Strategi Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang https://ejournal.itn.ac.id/upscales/article/view/16306 <p>Kampung Budaya Polowijen (KBP) di Kota Malang merupakan salah satu kampung tematik yang mengusung potensi budaya sebagai basis pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sarana-prasarana, aktivitas ekonomi, serta merumuskan strategi pengembangan KBP dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan deskripsi kualitatif, analisis SWOT, serta pemetaan aset komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBP memiliki potensi besar berupa seni Topeng Malangan, produksi batik, dan wisata religi, namun menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, kelembagaan, dan pemasaran. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi revitalisasi sarana budaya, penguatan kelembagaan komunitas, pelatihan kewirausahaan dan digital marketing, serta kolaborasi pentahelix. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi budaya dengan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai melalui pemberdayaan berbasis aset.</p> Satria Rahmad Aryansyah, Zahra Atiqah Rahmadani, Gabriella Permata Sina, Rafael Miku P Sogen, Kevie Desderius, Titik Poerwati Copyright (c) 2026 Urban Planning, Spatial, Culture, Landscape, Environment and Social studies https://ejournal.itn.ac.id/upscales/article/view/16306 Wed, 24 Jun 2026 15:50:41 +0700 Analisis Urban Quality of Life (UQOL) Pasca Revitalisasi di Malioboro Yogyakarta https://ejournal.itn.ac.id/upscales/article/view/18971 <p>Malioboro adalah kawasan wisata bersejarah di Yogyakarta, Indonesia. Selama bertahun-tahun, pemerintah telah memberikan perhatian lebih pada Malioboro sebagai wajah kota. Pada tahun 2016 hingga 2020, terjadi revitalisasi besar-besaran yang membuat Malioboro semakin populer dan membawa banyak dampak positif. Namun, tidak semua area di Malioboro mendapatkan keuntungan dari revitalisasi tersebut. Perhatian tinggi dari pemerintah terhadap Malioboro tidak seimbang dengan perhatian terhadap kawasan permukiman di belakang Jalan Malioboro. Sosromenduran dalam hal ini, adalah kawasan permukiman yang paling terdampak dan mengalami banyak perubahan dan masalah perkotaan. Meningkatnya aktivitas pariwisata dan pembangunan dapat memengaruhi kualitas hidup perkotaan (UQOL) masyarakat, terutama karena Sosromenduran merupakan daerah padat penduduk, mayoritas penduduknya miskin, dan sebagian besar perekonomian penduduk bergantung pada sektor pariwisata. Oleh karena itu, penting untuk memahami perubahan kualitas hidup perkotaan di Sosromenduran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menjelaskan perubahan kualitas hidup perkotaan di Sosromenduran sebelum dan setelah revitalisasi Malioboro. Penelitian ini dilakukan dengan strategi studi kasus dan metode analisis kuantitatif deskriptif melalui 190 kuesioner. Kesimpulannya, terdapat peningkatan pada aspek UQOL secara keseluruhan. Setelah Malioboro direvitalisasi, lima aspek UQOL meningkat ke tingkat puas, yakni keamanan lingkungan, hubungan sosial, fasilitas belanja, kebersihan lingkungan, dan fasilitas ruang publik. Namun, terdapat 2 aspek lain yang tidak meningkat dan masih berada pada tingkat netral, yaitu fasilitas transportasi umum dan biaya hidup. Dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup perkotaan di Sosromenduran setelah revitalisasi Malioboro telah meningkat dari tingkat kepuasan netral menjadi puas.</p> Alifan Cahyana, Syifa Hapsari Khaerunnisa, Syavitri Sukma Utami Rambe, Loetvy Wahyuningtiyas Copyright (c) 2026 Urban Planning, Spatial, Culture, Landscape, Environment and Social studies https://ejournal.itn.ac.id/upscales/article/view/18971 Wed, 24 Jun 2026 15:51:15 +0700 Strategi Pengembangan Wisata Tematik Kampoeng Heritage Kajoetangan Sebagai Penguat City Branding Kota Malang https://ejournal.itn.ac.id/upscales/article/view/19029 <p>Kota Malang di Jawa Timur merupakan wilayah yang kaya akan kebudayaan. Memiliki daya tarik berupa banyaknya bangunan peninggalan sejarah pada masa kolonial Belanda, salah satunya wisata tematik kampoeng heritage kajoetangan terdapat banyak situs cagar budaya. Pengembangan perlu dilakukan melalui city branding agar memperkenalkan eksistensi kawasan, karena angka kunjungan mengalami penurunan dari tahun 2019 hingga 2023 serta banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan kampung tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor prioritas pengembangan kawasan wisata agar dapat menarik pengunjung dengan potensi daya tarik pada kawasan serta menentukan strategi pengembangan kampoeng heritage kajoetangan sebagai penguat city branding kota Malang. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif, observasi dan wawancara karakteristik eksisting, Analitical Hierarchy Process dan analisis deskriptif strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakteristik eksisting yang dimiliki cukup unik mengusung konsep heritage tourism dan religi, (2) diperoleh 12 faktor prioritas utama melalui presentase tertinggi (3) Strategi pengembangan yang dilakukan meliputi melakukan pemeliharaan daya tarik, pengembangan penduduk, penyediaan fasilitas penunjang, promosi dan program pemerintah.</p> Amelinda Rahmayanti, Dano Quinta Revana, Sonya Sulistyono Copyright (c) 2026 Urban Planning, Spatial, Culture, Landscape, Environment and Social studies https://ejournal.itn.ac.id/upscales/article/view/19029 Wed, 24 Jun 2026 15:51:57 +0700 Evaluasi Pengelolaan Desa Wisata Amadanom Desa Amadanom, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang https://ejournal.itn.ac.id/upscales/article/view/20080 <p>Pengelolaan Desa Wisata yang berkelanjutan memerlukan evaluasi menyeluruh, terutama pada kawasan potensial seperti Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengelolaan Desa Wisata Amadanom dengan mengidentifikasi permasalahan utama, menganalisis faktor penghambat, dan menilai kinerja pengelolaan menggunakan Model CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner, serta data sekunder dari dokumen perencanaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konteks, potensi daya tarik wisata alam dan budaya tinggi, namun perencanaan strategis belum terintegrasi. Pada masukan, kapasitas SDM terbatas, fasilitas pendukung belum memadai, dan kelembagaan pengelola belum formal. Pada proses, pengelolaan bersifat partisipatif namun belum memiliki SOP dan strategi promosi yang efektif. Pada produk, manfaat ekonomi yang dihasilkan masih terbatas dan belum signifikan terhadap pendapatan desa. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan infrastruktur, koordinasi kelembagaan yang lemah, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan lokal, peningkatan infrastruktur dasar, serta penerapan strategi promosi berbasis digital dan komunitas untuk mewujudkan Desa Wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing</p> Wedi Intan Baru Widjaya, Maria Christina Endarwati, Annisaa Hamidah Imaduddina Copyright (c) 2026 Urban Planning, Spatial, Culture, Landscape, Environment and Social studies https://ejournal.itn.ac.id/upscales/article/view/20080 Thu, 25 Jun 2026 06:15:27 +0700