ANALISIS PENGARUH FUEL CONSUMPTION DAN PRODUCTIVITY TERHADAP FUEL RATIO PADA UNIT DUMP TRUCK HD785 DI AKTIVITAS PERTAMBANGAN PT. ABC
Abstract
Konsumsi bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya dalam operasional dump truck HD785 pada industri pertambangan batubara, khususnya di PT ABC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fuel consumption dan productivity terhadap fuel ratio menggunakan pendekatan analisis regresi linier berganda. Data sekunder diperoleh dari sistem basis data perusahaan, dengan parameter operasional yang mencakup rata-rata fuel consumption sebesar 74,39 l/h, productivity sebesar 239,69 bcm/km.h, dan fuel ratio sebesar 0,31. Ketiga nilai tersebut menunjukkan performa yang berada dalam target yang telah ditetapkan manajemen, yakni fuel consumption maksimum 76 l/h, productivity minimum 231 bcm/km.h, dan fuel ratio maksimum 0,31.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa model yang dibangun valid secara statistik dan memenuhi seluruh uji asumsi klasik, termasuk bebas dari multikolinearitas, autokorelasi, heteroskedastisitas, serta memiliki distribusi residual yang normal. Uji F menunjukkan bahwa secara simultan variabel fuel consumption dan productivity berpengaruh signifikan terhadap fuel ratio (nilai signifikansi 0,001 < 0,05). Hal ini membuktikan bahwa variabel bebas fuel consumption dan productivity secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat fuel ratio. Uji t menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,004 untuk fuel consumption dan 0,001 untuk productivity. Artinya, setiap variabel bebas secara individu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap fuel ratio. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,988 mengindikasikan bahwa 98,8% variasi fuel ratio dapat dijelaskan oleh kedua variabel bebas tersebut, sementara sisanya sebesar 1,2% dijelaskan oleh faktor lain diluar model dalam penelitian ini.
Hasil ini mengindikasikan bahwa peningkatan productivity berkontribusi terhadap efisiensi bahan bakar, sedangkan peningkatan fuel consumption cenderung menaikkan fuel ratio. Temuan ini memberikan dasar yang kuat bagi pengambilan keputusan manajerial untuk melakukan optimalisasi operasional, khususnya dalam pengendalian faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi bahan bakar seperti pengaturan durasi aktif dari economy mode on, inclination, payload yang dibawa, dan travel speed ketika unit beroperasi





