ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BENANG MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (STUDI KASUS : PT. XYZ)
Abstract
PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil khususnya
produksi benang, perusahaan ini mengalami permasalahan produk cacat yang melebihi
standar batas 5% dari total produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
penyebab utama terjadinya cacat produk serta dampak yang ditimbulkan dari cacat produk
benang open end dan memberikan usulan perbaikan. Metode penelitian menggunakan
Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab cacat secara logis dan
sistematis, sedangkan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk
menganalisis tingkat keparahan, kemungkinan terjadi, dan kemampuan deteksi dari setiap
potensi kegagalan melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa jenis cacat adalah cacat cekung sebesar 6,4%. Penyebab utama cacat
berasal dari empat faktor : manusia (operator kurang teliti, salah setting mesin), mesin
(sensor tidak optimal, kecepatan tidak sesuai), material (ketidaksesuaian spesifikasi) dan
lingkungan (kelembapan tidak stabil). Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi
mencapai 240 pada cacat cekung akibat sensor ketegangan tidak optimal. Usulan
perbaikan diberikan dalam bentuk peningkatan prosedur Quality Control (QC), pelatihan
operator, kalibrasi mesin secara berkala, serta pengaturan kelembapan ruang produksi,
nilai RPN yang menunjukkan penurunan signifikan setelah perbaikan.





