EVALUASI KINERJA MESIN MOLDING INJECTION MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN OVERALL RESOURCE EFFECTIVENESS (ORE) PADA PT ARTHAWENA SAKTI GEMILANG
Abstract
Produksi kemasan kaleng plastik mengalami hambatan pada proses produksi akibat adanya penurunan performa mesin molding injection, yang dipicu oleh terhentinya mesin secara tidak terencana karena minimnya kegiatan perawatan serta berbagai gangguan, seperti rendahnya suhu barrel, kenaikan suhu oli, kegagalan mold dalam melakukan high press, dan permasalahan screw saat proses charging. Penelitian ini menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur produktivitas mesin dan metode Overall Resource Effectiveness (ORE) untuk mengevaluasi kinerja manufaktur berdasarkan ketersediaan tenaga kerja, bahan baku, dan metode, serta analisis six big losses. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai rata-rata OEE sebesar 66,3% dan ORE sebesar 66,68%, dimana masih di bawah rata-rata standar global sebesar 85%. Faktor utama yang menyebabkan ketidakefisienan adalah kerugian akibat mesin idle dan penghentian minor (46,1% pada 13.275,5 menit) serta kerugian akibat penurunan kecepatan (23,5% pada 6.774,8 menit). Faktor-faktor ini dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, bahan, metode, dan lingkungan.





