PENGGUNAAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM ANALISIS KINERJA SUPPLY CHAIN DI PT XYZ (REAL ESTATE)
Abstract
PT XYZ menghadapi permasalahan keterlambatan pengiriman material selama satu tahun terakhir, yang terutama disebabkan oleh ketidak konsistenan pemasok. Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan penyelesaian proyek dan menurunkan efektivitas rantai pasok. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi indikator kinerja supply chain management (SCM) yang digunakan perusahaan, mengukur kinerja SCM dengan pendekatan Supply Chain Operation Reference (SCOR), serta merumuskan rekomendasi perbaikan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian mengintegrasikan model SCOR guna memetakan lima proses inti (Plan, Source, Make, Deliver, Return), Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot indikator, dan normalisasi Snorm de Boer agar nilai kinerja memiliki satuan yang seragam. Hasil penelitian menunjukkan dari 44 indikator SCOR, terpilih 8 indikator relevan. Indikator Level of Customer Satisfaction pada proses Deliver memperoleh nilai tertinggi (18,648), diikuti Adherence to Production Schedule pada proses Make (16,74). Sebaliknya, indikator Forecast Accuracy pada proses Plan (0,876) dan Delivery Item Accuracy by Supplier pada proses Source (3,0) menunjukkan nilai terendah. Secara keseluruhan, kinerja SCM perusahaan bernilai 69,9 dan dikategorikan “sedang.” Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan akurasi peramalan, efisiensi perencanaan, serta penguatan kontrak pemasok dengan dukungan teknologi AI dan parallel planning.





