MODEL PENJADWALAN PEMELIHARAAN MESIN HEAVY DUTY HUMMER SHREDDER (HDHS) DI PG KEBON AGUNG
Abstract
Salah satu pabrik gula di Indonesia yang beroperasi sepanjang musim giling adalah Pabrik Gula Kebon Agung. Karena memiliki waktu henti terpanjang di antara stasiun-stasiun tersebut, stasiun penggilingan dipilih sebagai fokus studi berdasarkan analisis waktu henti. Heavy Duty Hummer Shredder (HDHS), salah satu peralatan vital stasiun tersebut, diketahui mengalami 31 kali kerusakan sepanjang musim giling, yang mengakibatkan total waktu henti selama 25,38 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan rencana dan jadwal perawatan mesin HDHS untuk meningkatkan resolusi dan mengurangi waktu henti di Stasiun Penggilingan Gula Kebon Agung. Bagian-bagian mesin, frekuensi dan jenis kegagalan, waktu perbaikan, alasan kegagalan, dan efek kegagalan semuanya termasuk dalam data penelitian. Mean Time to Failure (MTTF), Mean Time to Repair (MTTR), dan kebutuhan awal mesin ditentukan dengan menganalisis parameter Time to Failure (TTF) dan Time to Repair (TTR) menggunakan distribusi Weibull dan Eksponensial. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dilakukan untuk mengidentifikasi mode kegagalan, dan Logic Tree Analysis (LTA) digunakan untuk menganalisis penyebab utama kegagalan. Untuk membuat model jadwal perawatan mesin HDHS, langkah terakhir dari studi ini adalah merumuskan aktivitas perawatan dan menentukan interval terbaik menggunakan teknik Reliability Centered Maintenance (RCM). Berdasarkan hasil studi, kinerja mesin HDHS dapat ditingkatkan dari 53,1% menjadi 90% dengan menggunakan model perawatan ini. Berdasarkan jenis kerusakan komponen, rekomendasi perawatan meliputi restorasi terencana, perawatan kondisi siap pakai terjadwal, dan tugas pembuangan terjadwal. Di Pabrik Gula Kebon Agung, model yang disarankan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi waktu henti, dan meningkatkan efisiensi mesin.





