PERANCANGAN MESIN PENGOLAH KELAPA MENGGUNAKAN METODE QFD DAN PRINSIP ERGONOMI
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM di Kota Malang, yang masih menggunakan alat terpisah untuk memarut dan memeras kelapa sehingga membutuhkan waktu lama serta menimbulkan keluhan fisik seperti nyeri punggung dan otot. Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang mesin pengolah kelapa terintegrasi yang ergonomis, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode yang digunakan meliputi Quality Function Deployment (QFD) untuk menerjemahkan kebutuhan konsumen ke dalam spesifikasi teknis, serta pengukuran data antropometri guna memastikan rancangan sesuai dengan postur tubuh mayoritas pengguna. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, serta pengukuran langsung, kemudian dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, dan perhitungan persentil. Hasil perancangan menunjukkan mesin multifungsi dengan motor listrik 200 watt yang mampu memarut dan memeras kelapa dalam satu rangkaian kerja, dilengkapi desain modular untuk memudahkan perawatan, material stainless steel food grade untuk keamanan pangan, serta dimensi ergonomis berdasarkan persentil ke-50. Uji desain memperlihatkan bahwa mesin ini mampu mengurangi waktu proses dari 20 menit menjadi sekitar 12 menit untuk 2–3 butir kelapa, menurunkan tingkat kelelahan fisik, serta menghasilkan kinerja yang hemat energi dengan kebisingan di bawah ambang batas nyaman. Kesimpulannya, mesin ini tidak hanya meningkatkan produktivitas UMKM hingga 50% tetapi juga memberikan kenyamanan kerja yang lebih baik. Penelitian merekomendasikan pembuatan prototipe dan uji coba lapangan agar kinerja aktual, rendemen santan, dan ketahanan mesin dapat dievaluasi lebih lanjut.





