PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK RUMAH MAKAN X KOTA MALANG MENGGUNAKAN MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR)
Abstract
Proses pengomposan adalah salah satu metode dalam pengelolaan sampah organik yang
ramah lingkungan dan dapat menghasilkan pupuk alami. Metode pengomposan dapat terbagi menjadi
metode aerob yang dapat mempercepat dekomposisi dengan melibatkan udara dan metode anaerob
yang cocok untuk limbah berbau serta bekerja tanpa udara. Dalam penelitian ini, pengomposan
dilakukan menggunakan sampah sayur dengan tambahan bahan serbuk gergaji dan Mikroorganisme
Lokal (MOL), serta membandingkan efektivitas metode pengomposan aerob dan anaerob. Penelitian
dilakukan dengan empat variasi perlakuan: sampah sayur (SS), sampah sayur + MOL (SSM), sampah
sayur + serbuk gergaji (SSSG), dan sampah sayur + serbuk gergaji + MOL (SSSGM). Parameter yang
dianalisis meliputi kadar air, C-organik, N-organik, dan rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa serbuk gergaji mampu menyeimbangkan rasio C/N, meningkatkan aerasi, serta mengontrol
kelembapan, sedangkan MOL nasi basi berperan mempercepat dekomposisi melalui peningkatan
aktivitas mikroba. Kedua metode menghasilkan kompos yang sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Metode
aerob lebih cepat mencapai kestabilan dengan kadar air yang rendah dan volume lindi yang sedikit,
meskipun memerlukan pembalikan secara rutin. Sebaliknya, metode anaerob lebih sederhana tanpa
pembalikan dan cocok untuk lahan terbatas, namun menghasilkan lebih banyak lindi dan membutuhkan
waktu dekomposisi lebih lama