PENURUNAN KADAR POLUTAN PADA LIMBAH CAIR HASIL PENCUCIAN KEDELAI LIMBAH INDUSTRI TEMPE MENGGUNAKAN METODE FILTRASI DAN FITOREMEDIASI

  • Wulanda Anggi Munuqy Anggi Institut Teknologi Nasional Malang
  • Evy Hendriarianti Prodi Teknik Lingkungan ITN Malang
  • Candra Dwiratna Wulandari

Abstrak

Perkembangan perindustrian saat ini berkembang pesat terutama industri berskala
rumah tangga. Industri tempe adalah salah satu produksi yang menerapkan sistem sederhana. salah satunya
yakni industri tempe Lingkungan Taman Karang Baru, Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Limbah
pembuatan tempe dapat menurunkan konsentrasi oksigen terlarut sehingga menimbulkan bau busuk.
Pengolahan air limbah menggunakan metode kombinasi filtrasi dan fitoremediasi adalah metode yang
efektif dan mudah bagi produsen industri tempe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan
metode filtrasi-fitoremediasi dalam pengolahan air limbah hasil pencucian kedelai industri tempe terhadap
penurunan BOD, COD dan TSS.
Penelitian ini menggunakan variabel variasi waktu kontak selama 7, 14 dan 21 hari serta
variasi jumlah tanaman sebanyak 8, 16 dan 24 buah. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali selama
kurun waktu 21 hari (7 hari sekali). Fitoremediator yang digunakan ialah tanaman Eceng Gondok
(Eichornia Crassipes) dikarenakan memiliki kemampuan daya serap polutan yang lebih tinggi dari tanaman
air lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi filtrasi-fitoremediasi mampu menurunkan
konsentrasi kadar BOD sebesar 99,88%, COD sebesar 98,13% dan TSS sebesar 97,96% dalam waktu 21
hari dan jumlah tanaman sebanyak 24 buah.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2024-12-27
Bagian
Articles