PEMANFAATAN BIJI PEPAYA SEBAGAI KOAGULAN ALAMI UNTUK MENURUNKAN KADAR PENCEMAR PADA LIMBAH CAIR BATIK

  • Annisa Berliana Dewi Teknik Lingkungan ITN Malang
  • Candra Dwiratna Wulandari Teknik Lingkungan ITN Malang
  • Hery Setyobudiarso Teknik Lingkungan ITN Malang

Abstrak

Limbah cair batik adalah air yang keluar dari proses pewarnaan, pencucian, dan pembilasan selama proses produksi batik. Limbah cair batik mengandung parameter pencemar seperti BOD sebesar 796,3 mg/L, COD sebesar 1093,3 mg/L, dan TSS sebesar 553,2 mg/L yang melebihi baku mutu sesuai PP No. 22 Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimum koagulan biji pepaya untuk menurunkan kadar BOD, COD, dan TSS pada limbah cair batik. Metode yang digunakan adalah koagulasi-flokulasi dengan variasi dosis koagulan biji pepaya sebesar 1,5 gram, 3 gram, dan 6 gram. Pengadukan dilakukan dengan kecepatan tinggi 100 rpm selama 10 menit, dilanjutkan dengan pengadukan lambat 45 rpm selama 15 menit, serta sedimentasi selama 60 menit. Pada dosis 1,5 gram terjadi penurunan kadar BOD sebesar 87,7%, COD sebesar 89,5%, dan TSS sebesar 90,8%. Efisiensi penyisihan menurun pada dosis yang lebih tinggi, yaitu 3 gram dan 6 gram. Dosis 3 gram menunjukkan efisiensi penyisihan BOD sebesar 84,8%, COD sebesar 86%, dan TSS sebesar 86,6%, sedangkan pada dosis 6 gram, efisiensi penyisihan BOD sebesar 81,1%, COD sebesar 81,7%, dan TSS sebesar 84,3%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan koagulan biji pepaya paling optimum pada dosis 1,5 gram. Parameter TSS telah memenuhi baku mutu sesuai PP No. 22 Tahun 2021 Lampiran VI untuk air sungai kelas 3.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2025-12-29
Bagian
Articles