Abstract
Penelitian ini diarahkan untuk mengidentifikasi pengaruh kekerasan material pada konsumsi daya mesin bubut konvensional. Metode eksperimen dilakukan dengan membandingkan pembubutan baja campuran (43 HRC) dan aluminium dural 6061 (23,5 HRC) menggunakan sistem monitoring berbasis sensor PZEM-004T dan Arduino UNO. Hasil menunjukkan bahwa baja membutuhkan daya 494–592 Watt, sedangkan aluminium hanya 261–326 Watt pada kecepatan putar 100 RPM dan kedalaman potong 1 mm. Analisis statistik menghasilkan deviasi absolut 5,81% untuk baja dan 5,91% untuk aluminium, membuktikan akurasi sistem pengukuran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa material dengan kekerasan lebih tinggi memerlukan konsumsi daya lebih besar, sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam optimasi efisiensi energi di industri manufaktur.