Pengaruh Laju Aliran Gas Argon dan Kuat Arus Pengelasan TIG terhadap Kekuatan Tarik Baja Karbon Rendah ST37
Abstract
Dengan perkembangan teknologi di bidang konstruksi, pengelasan telah menjadi landasan awal dalam proses pembangunan. Pengelasan argon adalah salah satu jenis pengelasan busur yang menggunakan elektroda yang tidak meleleh. Kuat arus dalam pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) salah satu parameter kritis yang mempengaruhi kualitas hasil pengelasan. Kekuatan tarik adalah sifat material mekanis yang mengukur kemampuan material tersebut untuk menahan gaya tarik atau tegangan sebelum terjadi patah atau kerusakan. Metode yang digunakan adalah anova dengan variabel penelitian suatu atribut sifat atau nilai obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel independen marupakan variabel laju aliran gas argon 5, 10, 15 liter/menit dan kuat arus 80A, 90A, 100A. Dari tingkat kesalahan (α) yaitu 5% (0,05) menunjukkan terdapat pengaruh aliran laju gas terhadap kekuatan tarik, hal ini dapat dilihat dari nilai F hitung sebesar 5.182 dan F tabel menunjukkan pada 3,55, sementara variabel kuat arus menunjukkan terdapat pengaruh pada kekuatan tarik, karena hasil uji menunjukkan nilai F hitung sebesar 6.818 pada F tabel juga menunjukkan hasil 3,55, dan variabel interaksi antara laju aliran gas dan arus kuat tidak terdapat pengaruh kekuatan tarik karena F hitung sebesar 0,545 sedangkan F tabel sebesar 2,93.
