Evaluasi Kinerja Proses Pengeringan pada Rotary Dryer Berbasis Furnace di Pabrik NPK G1 PT X, Y, Z

  • Indra Mulyadi Jurusan S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbansa Karawang, Jawa Barat, Indonesia
  • Rizal Hanifi Jurusan S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbansa Karawang, Jawa Barat, Indonesia
  • Farradina Choria Suci Jurusan D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbansa Karawang, Jawa Barat, Indonesia
  • Muhammad Ersa Abdullah Jurusan S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbansa Karawang, Jawa Barat, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja proses pengeringan pada rotary dryer berbasis furnace di Pabrik NPK G1 PT X,Y,Z. Proses pengeringan memiliki peran penting dalam menurunkan kadar air granul pupuk agar memenuhi standar mutu produk. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung terhadap parameter operasi, meliputi suhu inlet dan outlet dryer, deviasi suhu terhadap setpoint furnace, serta perubahan kadar air material. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung selisih suhu (ΔT), deviasi suhu, dan penurunan kadar air (moisture reduction). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu inlet berada pada kisaran 378–392 °C dengan deviasi −7 °C hingga +7 °C, yang mengindikasikan kestabilan sistem furnace. Nilai ΔT sebesar 137–141 °C menunjukkan perpindahan panas yang efektif. Kadar air produk berhasil diturunkan dari sekitar 6% menjadi 1,07–2,06% dengan persentase penurunan hingga 82,42%. Secara keseluruhan, kinerja rotary dryer berbasis furnace dinilai efektif dan mampu menghasilkan produk sesuai standar industri, meskipun pengendalian suhu tetap diperlukan untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan material.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2026-09-12
Bagian
Articles