Optimasi Inspeksi Turbocharger MET 42 SD dengan Risk-Based Inspection dan Condition-Based Maintenance
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengoptimasi interval inspeksi Turbocharger MET 42 SD pada MT. GERALDINE dengan mengintegrasikan metode Risk Based Inspection (RBI) dan Condition Based Maintenance (CBM) kualitatif. Meskipun penelitian sebelumnya telah membahas RBI pada sistem perpipaan dan Pressure Vessel, penerapan RBI-CBM secara terintegrasi pada Turbocharger kapal niaga dengan keterbatasan data getaran Real-time masih sangat terbatas. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan menawarkan kerangka kerja adaptif berbasis data monitoring kapal dan penilaian kru berpengalaman. Data dikumpul melalui dokumen monitoring kapal dan kusioner kru kapal. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) kondisi Bearing “Aus Ringan” dengan Axial Clearance 0,15 mm; (2) nilai getaran 15-20 mm/s berada pada Zona “Unacceptable” menurut ISO 10816-3; (3) tekanan Scavenge turun 69% saat Surging; dan (4) Dynamic balancing perlu kalibrasi ulang. Berdasarkan adaptasi prinsip API 581, Probability of Failure (PoF) = 0,60 dan Consequence of Failure (CoF) = 0,86 menghasilkan level risiko sedang-tinggi (0,516). Penelitian merekomendasikan pemangkasan interval inspeksi: inspeksi visual dan oli menjadi 1.000 jam, pengukuran getaran menjadi 1.500 jam, dan Overhaul menjadi 6.000 jam.
