Pengendalian Korosi pada Baja melalui Rekayasa Proteksi Katodik dengan Anoda Tumbal dan Pelapisan Inhibitor

  • Ivan Wahyu Hidayatullah Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Darul 'Ulum Jombang, Jawa Timur, Indonesia
  • Ira Kusumaningrum Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Darul 'Ulum Jombang, Jawa Timur, Indonesia
  • Mualifi Usman Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Darul 'Ulum Jombang, Jawa Timur, Indonesia

Abstrak

Korosi merupakan fenomena degradasi material logam yang menjadi permasalahan utama dalam bidang teknik, khususnya pada baja yang banyak digunakan di berbagai industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi baja dalam media larutan HCl dengan penerapan proteksi katodik menggunakan anoda tumbal seng (Zn) dan aluminium (Al) yang dilapisi inhibitor ekstrak biji pepaya. Pengujian dilakukan dengan metode kehilangan berat (weight loss) selama periode perendaman 24 hingga 288 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan anoda tumbal mampu menurunkan laju korosi baja, dengan anoda aluminium memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan seng. Pelapisan inhibitor ekstrak biji pepaya pada anoda tumbal meningkatkan efektivitas perlindungan, yang ditunjukkan oleh penurunan laju korosi yang lebih besar. Kombinasi proteksi katodik dengan anoda tumbal aluminium dan pelapisan inhibitor ekstrak biji pepaya memberikan perlindungan terbaik dengan laju korosi terendah (0,00040 mmpy pada 288 jam). Senyawa aktif dalam ekstrak biji pepaya seperti tanin dan flavonoid berperan dalam membentuk lapisan pelindung melalui proses adsorpsi pada permukaan logam. Penelitian ini memberikan alternatif metode pengendalian korosi yang efektif dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah biji pepaya sebagai inhibitor alami.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2026-09-12
Bagian
Articles