STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GELAGAR BETON PRATEGANG

Studi Kasus: Pada Struktur Atas Jembatan Trisula Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar

  • Hendi Dwi Irmawan Teknik Sipil S1, Intitut Teknologi Nasional Malang
  • Bambang Wedyantadji Teknik Sipil S1, Intitut Teknologi Nasional Malang
  • Sudirman Indra Teknik Sipil S1, Intitut Teknologi Nasional Malang

Abstrak

Jembatan Trisula di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar yang berada diatas sungsi brantas merupakan penghubung antara Kelurahan Kademangan dengan wilayah Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Jembatan dengan bentang 160 m ini merupakan jembatan yang sudah lumayan lama dan seiring meningkatnya volume kendaraan yang melintas terdapat sedikit guncangan, maka diperlukan perencanaan ulang jembatan. Penampang yang ramping membuat beton prategang tipe I menjadi alternatif untuk perencanaan gelagar jembatan. Dalam perencanaan pemberian tegangan dilakukan dengan metode pasca tarik (post-tensioning), dimana selongsong tendon disusun pada cetakan yang telah dipersiapkan kemudian beton dicor, setelah beton cukup keras dan siap diberi tegangan, tendon dipasang kemudian distressing sampai dengan kuat tekan beton yang disyaratkan dan dilakukan grouting untuk mengisi ruang udara pada selongsong tendon. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: Dalam perencanaan Jembatan Trisula di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar diperoleh dimensi penampang dengan tinggi 265 cm dan lebar 80 cm, dengan luasan 12700 cm2. Pada pembebanan gelagar didapat momen tertinggi sebesar 21143,07 kNm. Sehingga dipakai tendon VSL tipe dongkrak 31SC diameter tendon 12,5 dengan jumlah untaian 21 sebanyak 5 buah tendon yang ditempatkan didalam selongsong tendon sesuai dengan gambar dan jarak yang telah direncanakan.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2021-06-06
Bagian
Articles