open access

Abstract

Peningkatan jalan di Kabupaten Probolinggo yang dalam pembangunannya diharapkan dilakukan oleh kontraktor yang baik, sehingga dalam pelaksanaanya diharapkan dapat menghasilkan bangunan yang sesuai dengan yang direncanakan tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya, Namun didalam pelaksanaannya banyak kontraktor tersebut yang belum menjalankan peran serta kinerjanya dengan baik sesuai harapan. Itu dapat terlihat dari sekitar 12,5% hasil pembangunan yang tidak sesuai dengan mutu yang diharapkan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja kontraktor terhadap kualitas proyek-proyek peningkatan jalan di Kabupaten Probolinggo dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya, sehingga dapat menentukan strategi yang harus dilakukan untuk untuk meningkatkan kinerja kontraktor tersebut.

Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 36 responden dari pihak Owner dan konsultan pengawas yang terlibat dalam pekerjaan proyek-proyek peningkatan jalan di Kabupaten Probolinggo pada tahun anggaran 2014.

            Berdasarkan hasil penelitian, Dari uji F didapatkan bahwa secara simultan faktor (X1), (X2), (X3), (X4), (X5), (X6), (X7), (X8), (X9), (X10), berpengaruh secara simultan terhadap kinerja kontraktor terhadap kualitas proyek-proyek peningkatan jalan di Kabupaten Probolinggo dengan nilai Fhitung = 6.898 > Ftabel = 2.236. Namun secara parsial faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap kinerja kontraktor terhadap kualitas proyek-proyek peningkatan jalan di Kabupaten Probolinggo adalah faktor Motivasi (X1), dengan thitung = 3.174 > dari ttabel = 2.059, Keterampilan (X2) dengan thitung = 2.673 > dari ttabel = 2.059, Disiplin (X3)  dengan thitung = 2.484 > dari ttabel = 2.059. faktor yang paling dominannya adalah faktor Sumber Motivasi (X1) dengan koefisien standardize β sebesar 0.494. Oleh kerena itu Strategi yang digunakan untuk mengatasinya adalah diharapkan dalam pemberian upah kepada mandor harus sesuai dengan ketentuan dan apabila diperlukan dapat menambahkan bonus, selalu meningkatkan kemampuan pekerja dalam bekerja dengan terampil dan dapat mengarahkan pekerja, sehingga dapat diselesaikan pekerjaan tepat waktu dan membuat peraturan tertulis agar semua pekerja untuk datang dan pulang tepat pada waktunya.