open access

Abstract

Selama ini penentuan jenis lapisan perkerasan jalan dilakukan berdasarkan kriteria kerusakan jalan dan hasil musyawarah rencana pembangunan provinsi (musrenbangprov), yang kemudian dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang terdiri dari unsur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Biro Perekonomian dan Pembangunan serta Biro Keuangan Dan Asset dengan kriteria-kriteria: anggaran dan teknis jalan. Namun bagaimana kriteria-kriteria tersebut mempengaruhi urutan prioritas itu belum didasarkan atas suatu metode apapun yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, sehingga masalah urutan penentuan jenis lapisan perkerasan jalan ini masih selalu menjadi polemik. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bobot aspek, bobot kriteria dan urutan prioritas yang dipertimbangkan dalam penentuan alternatif Perkerasan Peningkatan Jaringan Jalan di Propinsi Kalimantan Utara.

Metodologi analisa data yang digunakan adalah, Analytic Hierarchy Process (AHP) terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 18 responden dari orang-orang yang mengetahui dan terlibat didalam proyek Perkerasan Peningkatan Jaringan Jalan di Propinsi Kalimantan Utara.

Berdasarkan hasil penelitian, Bobot aspek sebagai bahan pertimbangan prioritas pemilihan alternatif perkerasan jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Utara adalah Aspek Biaya dengan bobot sebesar 0.399, Aspek Metode Pelaksanaan dengan bobot sebesar 0.182, Aspek Teknis dengan bobot sebesar 0.140, Pengembangan Wilayah dengan bobot sebesar 0.279. Bobot kriteria sebagai bahan pertimbangan prioritas pemilihan alternatif perkerasan jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Utara adalah A1 dengan bobot sebesar 0.183, A2 dengan bobot sebesar 0,360, A3 dengan bobot sebesar 0.071, A4 dengan bobot sebesar 0.385, B1 dengan bobot sebesar 0.215, B2 dengan bobot sebesar 0.102, B3 dengan bobot sebesar 0.683, C1 dengan bobot sebesar 0.367, C2 dengan bobot sebesar 0.208, C3 dengan bobot sebesar 0.165, C4 dengan bobot sebesar 0.260, D1 dengan bobot sebesar 0.631, D2 dengan bobot sebesar 0.211 dan D3 dengan bobot sebesar 0.157 dan Urutan prioritas perkerasan peningkatan jaringan jalan di Propinsi Kalimantan Utara adalah Jalan Hot Mix dengan bobot menyeluruh dengan bobot sebesar 0.653 dan Lapen dengan bobot sebesar 0,347.