open access

Abstract

Dari hasil evaluasi pada pelaksanaan pekerjaan proyek-proyek pembangunan/pemeliharaan jalan di Kabupaten Probolinggo pada tahun anggaran 2014 dalam pelaksanaannya terindikasi banyak mengalami pembengkakan biaya pelaksanaan pekerjaan dari biaya yang sudah ditentukan. Hal ini terbukti dengan terlihatnya pekerjaan yang selesai dikerjakan diperkirakan mengalami pembengkakan biaya mencapai 1-3% dari yang telah ditentukan. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi pembengkakan biaya pelaksanaan proyek-proyek pembangunan/ pemeliharaan jalan di Kabupaten Probolinggo dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya, sehingga dapat menentukan strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 52 responden dari pihak kontraktor, Owner dan konsultan pengawas yang terlibat dalam pekerjaan proyek-proyek pembangunan/ pemeliharaan jalan di Kabupaten Probolinggo pada tahun anggaran 2014.

            Berdasarkan hasil penelitian, secara simultan semua faktor berpengaruh terhadap pembengkakan biaya pelaksanaan pekerjaan dengan Fhitung = 4.418 > Ftabel = 2.071. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap pembengkakan biaya pelaksanaan proyek-proyek pembangunan/ pemeliharaan jalan di Kabupaten Probolinggo adalah faktor Tenaga Kerja (X4), dengan thitung =  2.372 > dari ttabel = 2.019, Pengawasan (X9) dengan thitung = 2.159 > dari ttabel = 2.019, Pengendalian (X10)  dengan thitung = 2.265> dari ttabel = 2.019. faktor yang paling dominannya adalah faktor Pengawasan (X9) dengan koefisien standardize β sebesar 0.443. Oleh kerena itu Strategi yang digunakan untuk mengatasinya adalah kontraktor harus mempekerjakan tenaga pengawas lapangan yang berpengalaman dan mampu mengarahkan dan mengontrol pelaksanaan pekerjaan, kontraktor hendaknya mempekerjakan tenaga pengawas lapangan yang mampu mengendalikan pelaksanaan pekerjaan dengan baik dan kontraktor harus mempekerjakan tenaga mandor yang berpengalaman dan terdidik  pada saat pelaksanaan proyek.