open access

Abstract

Pembangunan Rumah Susun Kaligawe di Semarang diduga telah mengalami kegagalan tujuan pembangunan itu dapat terlihat dari bangunan sudah selesai dibangun banyak tidak berpenghuni dan kondisi bangunan pun terlihat tidak terawat dengan baik. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Kegagalan Tujuan Pembangunan dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhi Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun Kaligawe di Semarang setra menentukan strategi dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut

Metodologi analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas, analisis faktor serta analisis regresi linier berganda dengan Uji F dan Uji t terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 127 responden dari pengelola dan penghuni Rumah Susun Kaliwage di Semarang yang mengetahui kondisi secara langsung keadaan Rumah Susun Kaliwage di Semarang.

Berdasarkan hasil penelitian, secara bersama-sama (uji F) faktor Lingkungan Sekitar, Desain Rumah Susun, Fasilitas yang tersedia, Ruang Bersama, Biaya Sewa Rumah Susun berpengaruh secara bersama-sama terhadap Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun dengan nilai Fhitung = 9,715 > Ftabel = 2,289. Akan tetapi dari uji t secara sendiri-sendiri faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun adalah Faktor Lingkungan Sekitar dengan nilai thitung = 2,015 > dari ttabel = 1.980, Faktor Desain Rumah Susun dengan nilai thitung = 2,888 > dari ttabel = 1.980, Faktor Fasilitas yang tersedia dengan nilai thitung   = 2,294 > dari ttabel = 1.980 dan Faktor Biaya sewa Rumah susun dengan nilai thitung      = 2,126 > dari ttabel = 1.980. Sedangkan berdasarkan analisis regresi linier berganda faktor yang paling dominan adalah faktor Desain Rumah Susun dengan nilai Koefisien Standardize β sebesar 0,206 dan strategi untuk mengatasi agar tidak terjadi Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun adalah Pengelola dan Penghuni rumah susun harus dapat bekerja sama dalam penataan dan pengaturan bagian ruangan hunian, sehingga jumlah keluarga yang menempati dan sirkulasi udara serta pencahayaan dapat terjaga dengan baik.