open access

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kuat tarik beton adalah dengan menambah serat (fiber) dalam adukan beton. Sifat mekanik yang dapat diperbaiki dengan penambahan serat antara lain: daktilitas, serapan energi, ketahanan kejut, kapasitas lentur dan geser, ketahanan leleh (fatique) dan  lainnya.

Bambu merupakan salah satu material yang sering digunakan dalam dunia konstruksi salah satunya dimanfaatkan untuk stagger bekesting pada pembangunan rumah. Limbah bambu saat ini sebagian besar hanya dibuang atau dibakar belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku industri.  Selain itu berlimpahnya bambu di wilayah kabupaten Malang dan sekitarnya juga mendorong pemanfaatan bambu di dunia industri menjadi lebih optimal

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik beban lentur untuk keempat variasi genteng beton penambahan serat bambu dan pengurangan pasir tersebut hanya variasi 0% yang memenuhi standard SNI 0096 : 2007. Sedangkan pada variasi 2,5%;5% dan 7,5% tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang tercantum dalam SNI 0096:2007, yaitu untuk genteng beton dengan tinggi profil > 20 mm dan lebar penutup ≥ 300 mm harus memiliki karakteristik beban lentur minimum 2000 N. Pada pengujian ketahanan terhadap rembesan air (impermeabilitas) untuk keempat variasi genteng beton penambahan serat bambu tidak mengalami rembesan dibawah genteng sehingga masih memenuhi standar SNI 0096 : 2007. Pada Pengujian terhadap penyerapan air (porositas) tidak melebihi 10% untuk keempat variasi genteng beton sehingga masih memenuhi standard SNI 0096 : 2007. Pada pengujian sifat tampaknya sama dan telah memenuhi persyaratan SNI0096-2007 dan PUBI-1982. Selan itu ditinjau dari ukuran, genteng beton tidak memenuhi syarat mutu yang tercantum dalam SNI 0096-2007, dimana lebar kaitan minimum yang diperkenankan adalah 12 mm.