open access

Abstract

Perubahan fungsi ruang pada Plaza Araya, dari semula pertokoan menjadi gedung bioskop, mengakibatkan adanya penambahan beban, yaitu tambahan beban mati sebesar 200 kg/m2 (sudah termasuk beban dinding), menjadi beban mati total 516 kg/m2 dan beban hidup total 550 kg/m2  (beban hidup semula adalah 320 kg/m2).Penelitian ini dilakukan untuk evaluasi kinerja dan kekuatan struktur pada kondisi existing, memberikan alternatif solusi perkuatan, menentukan spesifikasi teknis metode pelaksanaan perkuatan berdasar peraturan beton SNI-2847-2013, dan melakukan analisis struktur ulang setelah perkuatan. Beberapa perubahan akibat dari berubahnya fungsi bangunan tersebut, antara lain: Diperlukan penghilangan beberapa material finishing non-struktural berupa plesteran lantai, granit dan dinding bata. Oleh karena itu terjadi pengurangan beban terhadap kondisi eksisting, dari semula dengan beban mati 534 kg/m2 menjadi 316 kg/m2; Pada bagian atas balok baja dan pelat beton lantai 1, perlu diaplikasikan balok induk dan balok anak baja yang dirangkai untuk memikul distribusi beban hidup dan mati tambahan untuk beban ruang bioskop; Pada bagian bawah dinding pemisah ruang-ruang bioskop, perlu diaplikasikan balok baja sebagai penopang dinding, yang memiliki beban garis terhadap struktur balok baja dan pelat beton eksisting.; Perkuatan atau penambahan struktur lain yang diperlukan adalah penambahan rafter baja dan kolom baja komposit baru, sebagai akibat dari penghilangan dak atap dan perubahan bentang kuda-kuda dari bentang semula 16 meter menjadi bentang total 32 meter, serta tinggi ruang lantai 1 dari semula 5 meter menjadi 7,5 meter. Dalam hal ini, kolom baja komposit tersebut didirikan di luar gedung plaza, sehingga tidak akan membebani struktur kolom dan balok eksisting di bawahnya. Namun, dijadikan satu dengan pile cap pondasi di bawahnya, karena tidak mengalami perubahan beban reaksi kolom terhadap pondasi secara signifikan.