open access

Abstract

Dalam pelaksanaan perencanaan proyek perminyakan sering kali terjadi keterlambatan waktu penyelesaian yang bisa menyebabkan kerugian negara. Dalam hal ini, negara akan mengalami kerugian yang cukup besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor resiko yang berpengaruh dan dominan yng menyebabkan keterlambatan waktu penyelesaian proyek perminyakan di PT Total Exploration & Production Indonesie Balikpapan.

             Penelitian dan pengambilan data faktor-faktor resiko ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan rapat yang dihadiri oleh tim manajemen proyek yang sekaligus dihadiri oleh tenaga ahli serta dari data proyek sebelumnya. Setelah terkumpul semua data faktor-faktor resikonya, data tersebut diolah dengan menggunakan program komputer Pertmaster V8 untuk dilakukan analisa simulasi. Proses analisa yang dilakukan oleh program Pertmaster V8 menggunakan metode simulasi Monte Carlo.

            Berdasarkan hasil simulasi, peluang progres proyek 80% tanpa dilakukan tindakan pencegahan resiko didapatkan pada tanggal 18 Juni 2014. Resiko terbesar adalah Coordination / Interface Between Entities dengan bobot 44%. Sedangkan 10 faktor-faktor resiko yang memberikan pengaruh besar terhadap pelaksanaan dan penyelesaian proyek adalah Coordination / Interface Between Entities, SIMOPS activity, Anchor crash with live line facilities, Contractor failure to fulfill contract requirement, FO (Field Operation) Intervention, Drilling sequence program, Tug boat engine damage dan Tie in  to existing facility. Sebaliknya dengan melakukan tindakan untuk mengurangi resiko, peluang progres proyek 80% didapatkan pada tanggal 18 April 2015. Resiko terbesar adalah Drilling sequence program dengan bobot 80%. Sedangkan 10 faktor-faktor resiko yang memberikan pengaruh besar terhadap pelaksanaan dan penyelesaian proyek adalah Drilling sequence program, Anchor crash with live line facilities, Coordination / Interface Between Entities, Shut down planning, SIMOPS activity, FO (Field Operation) Intervention, Contractor failure to fulfill contract requirement, Tie in  to existing facility dan Tie in arrangement with existing control system.