open access

Abstract

Lignoselulosa yang terkandung di dalam air yang dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan sebagai salah satu bahan baku alternatif serat kelapa, tempurung kelapa yang terdiri dari serat yang terletak di antara cangkang keras bagian dalam, terdiri sekitar 35% dari total berat kelapa dewasa. Selain mudah ditemukan, murah, serat kelapa sering digunakan karena proses pembuatannya mudah dan banyak ditemukan di semua wilayah di Timor Leste. Juga, batu bata adalah bahan yang mudah ditemukan dan mudah dibuat. Selain batu bata, pada peletakan dinding tidak terlepas dari komposer perekat antara batu bata yang mortar. Campuran mortar yang digunakan pada umumnya terdiri dari berbagai perbandingan antara semen: pasir. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh persentase serat kelapa 0%, 1%, 2,5% dan 5% yang digunakan pada komposisi campuran rtar mo 1:15 dengan faktor air semen 0,7 terhadap kuat tekan kubus, kuat tarik lentur, dan peletakan batu bata. Dengan arah tekan mortar horisontal, vertikal dan diagonal. Diperoleh bahwa peletakan dinding. Dari hasil yang diperoleh, daya tekan kubus serat kelapa 5,76 MP a, 3,30 MPa dan 1,36 MPa sedangkan tanpa serat kelapa 3,84 MPa. Dan juga untuk kekuatan tarik lentur 1,704 MPa, 1,659 MPa, 1,217 MPa, dibandingkan tanpa serat kelapa 1,212 MPa. Hasil uji kuat tekan dinding untuk arah horizontal 0,9303 MPa, 0,9008 MPa dan 0,044 MPa dengan regangan 0,0299, 0,0372 dan 0,0344 dibandingkan tanpa serat 0,8415 MPa dengan regangan 0,014, 0,0220 dan 0,030 sedangkan tanpa serat kelapa 0,944 MPa dengan regangan dari 0,0224.