open access

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek, diperlukan pengendalian untuk menghindari terjadinya penyimpangan. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pengendalian tersebut, yaitu: biaya, waktu dan mutu yang sesuai dengan rencana. Namun dalam kenyataannya, keterlambatan penyelesaian proyek sering terjadi karena salah satu dari tiga kompenen keberhasilan tidak terpenuhi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keterlambatan dimulainya pembangunan ditinjau dari aspek finansial atau kelayakan investasi. Pengaruh tersebut didapat setalah melakukan analisa regresi dan least square terhadap perbandingan persentase kenaikan standar satuan harga dan nilai Inflasi. Hasilnya, kemudian digunakan untuk mencari nilai kembali modal (Payback Period) dan keuntungan bersih (NPV).

Penelitian ini menghasilkan waktu kembali modal (Payback Period) sebelum terjadi keterlambatan adalah tahun ke-11 masa investasi dengan NPV sebesar Rp.58.228.323.208,-. Setelah terjadi keterlambatan waktu kembali modal (Payback Period) menjadi tahun ke-13 masa investasi dengan NPV sebesar Rp.47.508.214.851,-. Selisih sebelum dan sesudah terjadi keterlambatan pembangunan untuk tahun pertama sebesar Rp. 12.357.823.217,- . Dan jika keterlambatan melebihi empat tahun, maka investasi sudah tidak layak lagi untuk dilakukan.