open access

Abstract

Pertumbuhan pembangunan perumahan di Kabupaten Malang sangat pesat, Akan tetapi tidak semua perumahan didukung dengan prasarana jalan yang sesuai mutu yang diharapkan, hal itu dapat dilihat seperti permukaan jalan yang rusak sebelum waktunya penyerahan, baik rusak ringan maupun rusak berat, sehingga sampai saat ini belum ada satupun yang dapat diterima oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malang. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah prasarana jalan perumahan di Kabupaten Malang, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Mutu Prasarana Jalan Perumahan dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya, sehingga dapat menentukan strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu tersebut.

Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 38 responden dari pihak Pemerintah daerah Kabupaten Malang, Pengembang dan Penghuni perumahan yang mengetahui dan terlibat dalam pekerjaan pembangunan prasarana jalan di perumahan Kabupaten Malang.

            Berdasarkan hasil penelitian, prasarana jalan perumahan di Kabupaten Malang dalam keadaan rusak dan dari uji F didapatkan bahwa secara simultan faktor Material (X1), Tenaga Kerja (X2), Peralatan (X3), Metode Pelaksanaan Pekerjaan (X4), Pengawasan (X5), Pemeliharaan (X6), Perencanaan (X7), berpengaruh secara simultan terhadap Mutu Prasarana Jalan Perumahan di Kabupaten Malang dengan nilai Fhitung = 16.798 > Ftabel = 2.334. Namun berdasarkan Uji t secara parsial faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap Mutu Prasarana Jalan Perumahan di Kabupaten Malang adalah faktor Pengawasan (X5), dengan thitung = 5.295 > dari ttabel = 2.042, Pemeliharaan (X6) dengan thitung = 2.328> dari ttabel = 2.042, Perencanaan (X7)  dengan thitung = 3.418> dari ttabel = 2.042. Oleh kerena itu Strategi yang digunakan untuk meningkatkan Mutu Prasarana Jalan Perumahan di Kabupaten Malang adalah pemerintah Kabupaten Malang seharusnya pada masa mendatang melakukan pengawasan dengan lebih baik secara rutin ataupun berkala saat pelaksanaan pekerjaan pada obyek/aset yang akan diserahkan untuk dikelolanyadan pengembang harus menempatkan tenaga pengawas lapangan dengan  kemampuan yang baik serta memiliki kecakapan dalam mengontrol pelaksanaan pekerjaan dilapangan.