Analisis Kepuasan Stakeholder Terhadap Kinerja Konsultan Manajemen Konstruksi pada Proyek Refurbishment Bendung di Wilayah Sungai Bengawan Solo
Main Article Content
Abstract
Proyek refurbishment di wilayah sungai bengawan Solo memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi secara teknis dan non teknis, sehingga perlu ditugaskan konsultan manajemen konstruksi dengan harapan mendapatkan hasil sesuai rencana meliputi tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, dan tertib administrasi. Namun kenyataannya masih ada kegiatan yang tidak sesuai dengan harapan karena kurangnya kinerja konsultan manajemen konstruksi. Kinerja inilah yang kemudian dijadikan dasar untuk mengukur kualitas pelayanan yang berpengaruh terhadap tingkat kepuasan dari stakeholder proyek. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk menjawab sampai sejauh mana tingkat kepuasan stakeholder proyek terhadap kinerja konsultan manajemen konstruksi.
Metode yang digunakan dalam peneitian ini adalah mix methods yaitu pertama menggunakan metode kualitatif dengan mengidentifikasi variabel dan indikator kinerja konsultan manajemen konstruksi, kedua menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 53 responden dari unsur owner dan kontraktor untuk di analisis dengan metode customer satisfaction index (CSI) dan metode importance performance analysis (IPA).
Hasil analisis kualitatif teridentifikasi 5 variabel dan 22 indikator yang berpengaruh terhadap kinerja konsultan manajemen konstruksi. Hasil analisis customer satisfaction index (CSI) didapatkan nilai sebesar 76% yang berarti stakeholder merasa “puas” terhadap kinerja konsultan manajemen konstruksi. Sedangkan hasil importance performance analysis (IPA) dengan analisis gap dan tingkat kesesuaian keseluruhan didapatkan skor gap sebesar -4,72 dan dengan rata-rata total tingkat kesesuaian sebesar 20.83 yang berarti menunjukkan bahwa aspek tersebut telah sesuai dengan harapan stakeholder dengan kinerja konsultan manajemen konstruksi. Lebih lanjut hasil importance performance analysis (IPA) dengan diagram kartesius digunakan untuk evaluasi terhadap indikator-indikator kinerja yang memiliki prioritas tinggi untuk ditingkatkan, dipertahankan, prioritas rendah untuk ditingkatkan, dan meningkatkan kepentingan.