PERBAIKAN MESIN PENGERING DAUN AFRIKA DI SMKN 1 WONOSARI KABUPATEN MALANG MENGGUNAKAN METODE REVERSE ENGINEERING

  • D. H. Praswanto Institut Teknologi Nasional Malang
  • Siswi Astuti Institut Teknologi Nasional Malang
  • Endah Kusuma Rastini Institut Teknologi Nasional Malang
  • Fourry Handoko Institut Teknologi Nasional Malang

Abstrak

Desa Sumberdem di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang memiliki hasil pertanian berupa tanaman obat -obatan, salah satu contohnya adalah daun Afrika. Tanaman ini digunakan sebagai produk teh untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. SMKN 1 Wonosari merupakan mitra yang memproduksi teh daun afrika. Untuk membuat produk teh daun afrika menggunakan mesin pengering. Mesin pengering milik SMKN 1 Wonosari kurang optimal karena beberapa kendala saat kami menggunakannya. Ditemukan 3 masalah pada saat tim menggunakan mesin pengering milik mitra yaitu letak elemen pemanas kurang optimal sehingga pengeringan daun afrika tidak merata, ujung rak tajam yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja dan roda pada alas pengering tidak kuat menahan beban. Solusi permasalahan yang digunakan yaitu perbaikan mesin pengering. Ada 3 metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan untuk mencapai luaran adalah metode pendekatan, metode reverse engineering dan on the job training. Hasil dari kegiatan ini adalah mesin pengering daun afrika dengan menggunakan elemen pemanas pada setiap rak. Mesin pengering dengan daya 1450 watt ini memiliki keunggulan yaitu hasil pengeringan daun afrika dapat merata, waktu pengeringan lebih cepat dan lebih aman digunakan. Pemakaian mesin pengering ini mitra dapat menghemat biaya produksi Rp. 7.403 setiap 4kg daun afrika basah.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2021-05-11
Bagian
Articles