Analisa Perbandingan Jumlah Mata Pisau Baja ST 37 Dan Waktu Hasil Pencacahan Batang Salak Dalam Pembuatan Eco-Paving Block Menggunakan Metode Taguchi
Abstract
Chopper adalah alat pemotong yang memanfaatkan mata pisau pada poros terhubung dengan motor penggerak untuk memotong benda menjadi kecil. Kualitas cacahan dipengaruhi oleh jumlah mata pisau dan ketajaman pisaunya. Penelitian ini menggunakan mesin pencacah, jangka sorong, kunci ring, timbangan, stopwatch, obeng, puli, sabuk (v-belt), dan limbah botol plastik untuk mencacah batang salak dan mencetaknya menjadi eco-paving block. Hasil terbaik diperoleh dengan 8 mata pisau, menghasilkan rata-rata nilai impact 0,02942 J/mm³, sedangkan dengan 4 mata pisau, nilai impact rata-rata lebih rendah, yaitu 0,02763 J/mm³. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak mata pisau, semakin baik cacahan yang dihasilkan. Cacahan serat singkong dengan 8 mata pisau bersifat kasar dan panjang, sedangkan dengan 4 mata pisau lebih halus dan pendek. Kekuatan impact meningkat dengan panjang dan kekasaran cacahan. Variasi waktu pencacahan juga mempengaruhi kualitas. Waktu 60 detik menghasilkan nilai impact rata-rata tertinggi, 0,02897 J/mm³, sementara waktu 80 detik menghasilkan nilai terkecil, 0,02786 J/mm³. Kesimpulannya, waktu pencacahan yang optimal penting untuk hasil maksimal, karena waktu terlalu singkat atau terlalu lama dapat menurunkan kualitas cacahan.
