Analisa Kegagalan Pembuatan Tempered Glass Pada Unit Tempered Tamglass Dengan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA)
Abstract
Dalam proses produksi kaca pengaman diperkeras (tempered safety glass) pada PT.X, sering terjadi cacat produksi yang dapat memengaruhi kualitas produk akhir. Salah satu cacat yang paling sering ditemukan adalah kerusakan pada permukaan kaca akibat distribusi suhu yang tidak merata selama proses tempering. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan sistem pemanasan dan pendinginan pada mesin tempering kaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan dalam proses tempering dengan menggunakan metode failure mode and effects analysis (FMEA). Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi mode kegagalan kritis, menganalisis penyebabnya, dan menentukan risk priority number (RPN) sebagai dasar prioritas tindakan perbaikan dengan menganalisis kegagalan berdasarkan downtime mesin dan cacat produk. Ditemukan bahwa distribusi suhu yang tidak merata menjadi masalah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi preventive maintenance yang efektif berbasis data yang bertujuan untuk mengurangi tingkat reject dan meningkatkan kinerja mesin tempering. Dengan demikian, implementasi langkah perbaikan yang diusulkan diharapkan dapat membuat hasil produksi kaca dari mesin tempered yang baik dan proses produksi berjalan dengan lancar
