Karakteristik Biopelet Cocopeat dengan Perekat Getah Karet

  • Aditya Hadiansyah Program Studi Teknik Mesin S1 Institut Teknologi Nasional Malang, Jawa Timur, Indonesia
  • Arif Kurniawan Program Studi Teknik Mesin S1 Institut Teknologi Nasional Malang, Jawa Timur, Indonesia

Abstract

Penggunaan energi di dunia termasuk masyarakat Indonesia pada saat ini masih sangat bergantung
pada bahan bakar minyak (BBM). Bahan bakar yang sering digunakan masyarakat Indonesia adalah
minyak, gas dan batu bara yang merupakan energi fosil yang terbatas dan tidak dapat diperbarui. Dari
masalah ini penulis akan menciptakan bahan bakar alternatif berupa biopelet yang dapat di gunakan untuk
mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara
pembuatan dan karakteristik dari bahan bakar alternatif berupa biopelet cocopeat dengan perekat getah
karet. Setelah melakukan studi literatur di lanjutkan dengan mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan.
Bahan baku pembuatan biopelet pada penelitian ini adalah cocopeat, dan bahan baku pembuatan biopelet
pada penelitian ini adalah cocopeat. Cocopeat berasal dari limbah serabut kelapa yang di haluskan menjadi
serbuk. Sedangkan perekat yang digunakan adalah getah karet. Penelitian ini meneliti tentang cara
pembuatan biopelet cocopeat dengan perekat getah karet dan pengujian yang di lakukan antara lain yaitu
nilai kadar air, nilai kalor dan laju pembakaran. Setelah melakukan penelitian kadar air pada biopelet
dengan campuran cocopeat dan getah karet 50 % : 50 % yaitu sebesar 13,33 %, pada biopelet dengan variasi
cocopeat dan getah karet 40 % : 60 % mengalami penurunan sebesar 0,66 % atau rata rata kadar air pada
variasi 40 % : 60 % sebesar 12,67 %. Pada Biopelet dengan variasi cocopeat dan getah karet 60 % : 40 %
mengalami kenaikan sebesar 0,43 % atau rata – rata kadar air pada variasi 60 % : 40 % sebesar 13,10 %.
Rata – rata nilai kalor pada sampel biopelet dengan campuran cocopeat dan getah karet 50 % : 50 % sebesar
4917 cal/gram, pada sampel biopelet dengan variasi campuran cocopeat dan getah karet 40 % : 60 %
mengalami kenaikan 35.67 cal / gram atau rata – rata nilai kalor pada variasi campuran 40 % : 60 % sebesar
4952,67 cal/gram, rata – rata nilai kalor pada sampel biopelet dengan variasi campuran cocopeat dan getah
karet 60 % : 40 % sebesar 4974,67 cal/gram atau mengalami kenaikan sebesar 22 cal/gram dari sampel
dengan variasi 40 % : 60 %. Rata – rata laju pembakaran pada sampel biopelet dengan campuran cocopeat
dan getah karet 50 % : 50 % sebesar 0095, pada sampel biopelet dengan variasi campuran cocopeat dan
getah karet 40 % : 60 % mengalami kenaikan 0,011 gram/menit atau rata – rata laju pada variasi campuran
40 % : 60 % sebesar 0,106 gram/menit, rata – rata laju pembakaran pada sampel biopelet dengan variasi
campuran cocopeat dan getah karet 60 % : 40 % sebesar 0,115 gram/menit atau mengalami kenaikan sebesar
0,009 gram/ menit dari sampel dengan variasi 40 % : 60, hal ini disebakan nilai kadar air yang rendah dan
tingginya nilai kalor.
Kata Kunci: Biopelet, Nilai Kadar Air, Nilai Kalor, Laju Pembakaran

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-03-30
Section
Articles