PENAFSIRAN TRAGEDI PADA RANCANGAN MUSEUM TRAGEDI KANJURUHAN MELALUI ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI PARADIGMA DANIEL LIBERSKIND

Main Article Content

Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari
Renaldy Putera Liano
Gaguk Sukowiyono

Abstract

Manusia yang menciptakan sebuah tempat tinggal tanpa ada citra atau esensi, apakah sama seperti Binatang yang dapat membuat sarang untuk tempat berlindung. Arsitektur merupakan seni dalam merancang dan membangun struktur bangunan. Kata arsitektur sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu "archee" dan "tectoon." "archee" berarti yang utama, asli, sementara "tectoon" berarti stabil, tidak roboh, atau kokoh. Arsitektur bukan hanya membangun tetapi menciptakan serta menjawab suatu permasalahan. Tragedi merupakan kata dengan konotasi yang negatif, apakah seorang arsitek dapat mentermahkan sebuah tragedi menjadi ide yang orisinil dan hasil yang kokoh sebagai rancangan bangunan. Paradigma Daniel Liberskind akan menjadi acuan untuk mendapatkan kriteria rancangan dari Museum Tragedi Kanjuruhan, menterjemahkan sebuah tragedi menampung memori dari korban tragedi serta bagaimana arsitektur berempati pada Tragedi Kanjuruhan, dengan metode berbasis konsep dari Philip D. Plowright yang akan mereduksi sumber menuju lingkup arsitektur. Pada rancangan berbasis penelitian ini semoga memberikan warna, watak dan paradigma baru pada pengembangan arsitektur yang ada di Indonesia serta menjadi pandangan baru dalam merespon sebuah tragedi.   

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 3 4 5 6 7 8 9 > >>