FENOMENA PERUBAHAN MATERIAL ATAP JOGLO PADA RUMAH JOGLO BANYUMASAN
Main Article Content
Abstract
Arsitektur merupakan perwujudan identitas budaya yang memiliki proses kultural dan bersifat internal yang utamanya pada masyarakat jawa yang dalam pengetahuan membangun rumah dilakukan dengan tradisi, dengan cara sederhana, namun perubahan demi perubahan makna rumah pada masyarakat jawa semakin keluar dari nilai budaya jawa, akulturasi yang terjadi dari masa ke masa yang terpengaruh pada budaya barat karena letak geografisnya, bisa dilihat dengan adanya perbedaan material pada atap joglo yang ada di Banyumasan, Bagaimana fenomena tersebut dan adanya Fenomena berkelanjutan apa yang ada pada rumah joglo Banyumasan serta karakteristik pembeda dari bangunan rumah joglo pada umumnya dan penjelasan terjadinya perbedaan dalam fenomena singkronasi kebiasaan masyarakat, Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitaif fenomenologi yang fokus pada pengalaman dalam karakteristik rumah joglo Banyumasan serta penjelasan perubahan material atap dari joglo pada umumnya, dilakukan juga observasi lapangan dan wawancara, hasilnya fenomena perubahan material atap joglo pada rumah joglo Banyumasan terlihat bahwa anggapan material seng memiliki kualitas serta efisien dalam teknis pemasangan yang lebih baik di bandingkan genteng pada masa itu, terlihat dari sampel rumah joglo Banyumasan pada lokasi desa petir, pakunden, bantar, dan tinggarjaya penggunaan material atap seng pada desa petir, pakunden, dan tinggarjaya lalu penggunaan material asbes pada sampel desa bantar.