ARSITEKTUR SEBAGAI MEDIA INKLUSIF: PEMANFAATAN MODEL DIGITAL TERINTEGRASI SEBAGAI SARANA ORIENTASI AWAL RUMAH ADAT UNTUK PENELITIAN DAN PENGAJARAN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Rumah adat merupakan warisan arsitektur yang menyimpan pengetahuan tentang tata ruang, konstruksi, material, serta nilai budaya. Dalam kegiatan penelitian dan pengajaran, pemahaman terhadap rumah adat perlu diawali dengan orientasi awal, yakni pengenalan bentuk bangunan, organisasi ruang, hubungan antar ruang, sirkulasi, dan elemen penting sebelum dilakukan kajian yang lebih mendalam. Namun, orientasi awal melalui kunjungan lapangan tidak selalu dapat dilakukan secara optimal karena keterbatasan jarak, waktu, dan biaya, serta kondisi bangunan yang tidak selalu memungkinkan untuk diamati secara intensif. Di sisi lain, media pembelajaran konvensional seperti gambar dua dimensi dan foto sering belum mampu menjelaskan kualitas ruang secara utuh, bertahap, dan mudah ditelusuri kembali. Kondisi ini menegaskan urgensi pengembangan media yang lebih inklusif, yaitu media yang dapat membantu beragam pengguna, baik peneliti maupun mahasiswa untuk memperoleh pemahaman awal yang setara, jelas, dan mudah diakses tanpa sepenuhnya bergantung pada kehadiran fisik di lokasi. Penelitian ini memposisikan arsitektur sebagai media inklusif melalui pemanfaatan model digital terintegrasi sebagai sarana orientasi awal rumah adat. Model tersebut berupa representasi tiga dimensi yang diperkaya informasi bangunan yang tersusun sistematis dan saling terhubung, meliputi fungsi ruang, ukuran, material, sistem struktur, serta narasi penjelasan elemen. Luaran penelitian diharapkan berupa kerangka pemanfaatan model digital terintegrasi yang mendukung orientasi awal secara lebih jelas, efektif, dan dapat digunakan ulang untuk kebutuhan penelitian serta pengajaran arsitektur tradisional.