MONITORING PERUBAHAN POLA ALIRAN SUNGAI BRANTAS DI KOTA KEDIRI MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT

  • Feny Arafah Institut Teknologi Nasional Malang
  • Agus Darpono Institut Teknologi Nasional Malang
  • Masrurotul Ajiza Institut Teknologi Nasional Malang

Abstrak

Sungai Brantas merupakan salah satu sungai besar yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur. Sungai
Brantas memiliki fungsi yang sangat penting bagi Jawa Timur mengingat 60% produksi padi berasal dari
areal persawahan di sepanjang aliran sungai ini. Sungai Brantas mempunyai Daerah Aliran Sungai (DAS)
seluas 11.800 km² atau ¼ dari luas Provinsi Jawa Timur. Panjang sungai utama 320 km mengalir melingkari
sebuah gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Kelud. Permasalahan pokok di DAS Kali Brantas
adalah fluktuasi air permukaan yang ditandai oleh dua peristiwa, yaitu kekeringan di musim kemarau dan
banjir di musim hujan. Selain itu, kondisi aliran air Sungai Brantas juga terkendala oleh endapan sedimen
yang dihasilkan letusan Gunung Kelud. Hal ini berpengaruh terhadap pola aliran Sungai Brantas yang
mungkin akan mengalami perubahan sepanjang tahun. Kota Kediri merupakan salah satu wilayah yang
dialiri oleh Sungai Brantas, dimana sungai ini membagi wilayah Kota Kediri menjadi bagian barat seluas 24,6
km2
dan timur seluas 38.8 km2
. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu penelitian untuk memonitoring
perubahan pola aliran Sungai Brantas di Kota Kediri. Monitoring dalam penelitian ini dilakukan dalam kurun
waktu 10 tahun, yaitu dari tahun 2009-2019. Data yang digunakan adalah data citra satelit Landsat-7 dan
Landsat-8, yang kemudian diolah menggunakan metode Normalized Difference Water Index (NDWI). Hasil
dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi pola aliran Sungai Brantas di Kota Kediri dari tahun 2009-
2019 mengalami perubahan, yang ditandai dengan adanya pulau kecil di tengah sungai yang terus
mengalami penambahan luasan dari tahun ke tahun. Selain itu, terdapat penambahan luasan sebesar 9.810
m2
dari tahun 2009-2014 yang dikarenakan adanya upaya pemeliharaan dari dinas setempat, sedangkan
pada tahun 2014-2019 terdapat pengurangan luasan aliran sungai sebesar 15.750 m2
yang dikarenakan
pada tahun 2014 terjadi letusan Gunung Kelud yang menyebabkan endapat sedimen di sekitar bantaran
Sungai Brantas. Dari penelitian ini diharapkan agar pemerintah Kota Kediri bisa melakukan perencanaan
pembangunan dan pengembangan di Daerah Aliran Sungai Brantas sehingga Sungai Brantas dapat
dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh masyarakat Kota Kediri.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2020-01-09