Kota Blitar dan Warisan Budaya Tionghoa: Studi Sejarah Kawasan Pecinan

  • Kevie Desderius Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Nasional Malang https://orcid.org/0000-0002-3186-3461
  • Titik Poerwati Perencanaan Wilayah dan Kota, ITN Malang
  • Eglantyne Lidya Subnafeu Perencanaan Wilayah dan Kota, ITN Malang
  • Gerhard Javier Warruw Perencanaan Wilayah dan Kota, ITN Malang
  • Elisabeth Cesilia Bella Perencanaan Wilayah dan Kota, ITN Malang
  • Tjokorda Nirarta Samadhi Perencanaan Wilayah dan Kota, ITN Malang

Abstract

Pecinan, yang dikenal sebagai "Chinezen Wijk" atau "China Town" tidak hanya terdapat di Jawa, tetapi juga di hampir setiap kota pantai utama di Asia Tenggara. Kawasan ini sering kali menjadi pusat perdagangan yang ramai, sehingga berperan penting dalam tata ruang kota. Di Kota Blitar, Pecinan terletak di sepanjang Jl. Merdeka, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul. Dengan karakteristik bangunan ruko yang padat, kawasan ini mencerminkan dinamika sosial dan ekonomi yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah perkembangan kawasan Pecinan di Blitar, dengan fokus pada aspek penempatan dan peranannya dalam konteks tata ruang kota. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif untuk memahami evolusi kawasan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Pecinan Blitar memiliki nilai sejarah yang signifikan dan berkontribusi terhadap identitas budaya kota. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi perencanaan wilayah yang lebih baik dan pelestarian warisan budaya di masa depan

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2025-05-22
Section
Articles